Alamat
Jalan Adi Flora Raya No. 8 Kel. Rancabolang Kec. Gedebage Kota Bandung 40295
Waktu Operasional
Senin - Jumat:
8.30 - 17.00
Sabtu - Minggu : 10.00 - 16.00
Alamat





Senin hingga Rabu, 17–19 November 2025, menjadi hari-hari yang penuh makna bagi PKBM Askara. Selama tiga hari berturut-turut, lembaga pendidikan nonformal ini menjalani proses akreditasi resmi — sebuah momen krusial yang bukan sekadar penilaian administratif, melainkan cerminan nyata dari komitmen panjang dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.
Proses akreditasi ini dijalankan oleh dua asesor yang berpengalaman di bidang pendidikan, yakni Dr. Lies Hertih Gantina, M.Pd sebagai Asesor 1, dan Indrawati Noor Kamila, M.Pd sebagai Asesor 2. Keduanya hadir langsung ke PKBM Askara untuk memverifikasi dan menilai secara komprehensif seluruh aspek penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan yang telah berjalan.
Proses akreditasi dirancang dengan sistematis — setiap harinya difokuskan pada satu program pendidikan kesetaraan. Hari pertama, Senin 17 November, dikhususkan untuk penilaian Program Paket A (setara SD/MI). Hari kedua, Selasa 18 November, giliran Program Paket B (setara SMP/MTs) yang dinilai secara mendalam. Sementara hari ketiga, Rabu 19 November, ditutup dengan penilaian Program Paket C (setara SMA/MA).
Kegiatan berlangsung dari pagi hingga petang — dimulai pukul 07.30 dan berakhir pukul 17.00 WIB — tanpa jeda yang berarti. Para asesor bekerja cermat dan teliti, menelaah setiap aspek secara seksama melalui tiga metode utama: observasi lapangan, wawancara mendalam, dan uji dokumen. Keseluruhan penilaian mencakup 15 butir instrumen akreditasi yang dirancang untuk memastikan standar mutu pendidikan terpenuhi secara menyeluruh.
“Akreditasi ini merupakan tolak ukur bagi satuan pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan terbaik. Masyarakat berhak untuk mendapatkan pendidikan terbaik dari satuan pendidikan yang sudah diakreditasi.”
— Arif Syarifudin, S.Pd | Kepala PKBM Askara
Pernyataan tersebut mencerminkan filosofi yang menjadi landasan PKBM Askara dalam menjalani setiap proses akreditasi. Bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada seluruh warga belajar dan masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan mereka kepada lembaga ini.
Salah satu hal yang paling menonjol dalam proses akreditasi kali ini adalah besarnya partisipasi dari seluruh ekosistem PKBM Askara. Bukan hanya tim manajemen dan para pendidik yang terlibat — para orang tua warga belajar, siswa-siswi aktif dari ketiga program (Paket A, B, dan C), hingga para alumni turut hadir dan berpartisipasi secara aktif.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini memberikan gambaran yang autentik dan menyeluruh kepada para asesor. Para asesor tidak hanya melihat dokumen di atas meja, tetapi juga menyaksikan bagaimana PKBM Askara sesungguhnya beroperasi — sebuah komunitas belajar yang hidup, dinamis, dan berakar kuat di masyarakat.
Di antara sekian banyak aspek yang dinilai, program keterampilan siswa PKBM Askara menjadi salah satu bagian yang paling memikat perhatian para asesor. PKBM Askara menghadirkan dua program keterampilan unggulan yang tidak hanya relevan secara praktis, tetapi juga bernilai tinggi secara konseptual.
Program keterampilan Tataboga dengan tema “Whole Food Matter” menghadirkan pendekatan memasak berbasis bahan pangan alami dan bergizi. Para asesor berkesempatan menyaksikan langsung para siswa mempraktikkan kemampuan memasak mereka — dan bahkan turut mencicipi hasil masakan yang telah disiapkan. Sebuah pengalaman yang melampaui batas-batas penilaian konvensional.
Program keterampilan pertanian dengan tema “Regenerative Agriculture” mencerminkan kesadaran PKBM Askara akan pentingnya pendidikan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan pertanian regeneratif — yang berfokus pada pemulihan dan perawatan tanah secara alami — para siswa tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami relasi mendalam antara manusia dan alam. Para asesor menyaksikan sendiri praktik yang dilakukan, sebuah bukti nyata bahwa pembelajaran di PKBM Askara jauh dari kata teoritis.
Proses akreditasi selama tiga hari di PKBM Askara berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Setiap sudut lembaga ini — dari ruang kelas hingga lahan praktik keterampilan — menjadi panggung yang menampilkan dedikasi nyata terhadap mutu pendidikan nonformal.
Lebih dari sekadar mengejar sertifikat akreditasi, PKBM Askara memandang proses ini sebagai momentum untuk terus berbenah, memperkuat, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang diberikan. Karena pada akhirnya, akreditasi bukan tujuan akhir — melainkan titik awal dari komitmen yang tak pernah berhenti.
PKBM Askara terus melangkah — untuk masyarakat, bersama masyarakat.